06 Juli 2017•Update: 06 Juli 2017
Erric Permana
ANKARA
Presiden Joko Widodo di hari kedua kunjungannya di Ankara, Turki, pada Kamis 6 Juli 2017 akan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Namun, sebelum pertemuan tersebut Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke sejumlah tempat bersejarah di antaranya makam Presiden Republik Turki Pertama, Mustafa Kemal Attaturk dan Masjid Kotacepe untuk bertemu dengan ulama setempat serta Masyarakat Indonesia di Kota Ankara.
Setelah melakukan kunjungan itu, Presiden Joko Widodo menuju Istana Kerpresidenan Republik Turki untuk bertemu dengan Presiden Erdogan. Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, acara pertemuan tersebut diawali dengan penyambutan kenegaraan oleh Presiden Tukri serta pertemuan bilateral.
Acara kemudian akan dilanjutkan dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman antara lain di bidang perdagangan dan kesehatan.
"Penandatanganan nota kesepahaman ada dua, yang pertama kerja sama di bidang kesehatan dan kedua peluncuran negosiasi Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement atau kita singkat IT-CEPA," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada jurnalis di lobby hotel tempat Presiden menginap, Rabu, 5 Juli 2017.
Setelah acara di Istana Kepresidenan Turki selesai, Presiden kemudian dijadwalkan akan menerima sejumlah CEO Turki yang bergerak di bidang pertahanan, industri perkapalan dan energi di Hotel JW Marriot, Ankara. Setelahnya, Presiden akan menghadiri pertemuan terbatas dengan 25 CEO Turki di tempat yang sama.
"Presiden akan bertemu dengan kalangan bisnis yang lebih luas. Kita tidak mengundang banyak orang tetapi hanya perusahaan-perusahaan besar yang sudah memiliki minat yang sudah sangat tinggi untuk melakukan kerja sama dengan Indonesia," tutur Retno.
Pada sore harinya, Presiden Jokowi dan rombongan akan menuju Bandar Udara Internasional Esenboga, Ankara untuk kemudian bertolak menuju Hamburg, Jerman untuk menghadiri KTT G20 keesokan harinya.