Maria Elisa Hospita
04 September 2019•Update: 05 September 2019
Yusuf Hatip
BRUSSEL
Seratus hari setelah pemilihan umum 26 Mei, Belgia terus bertahan tanpa pemerintahan.
Raja Belgia Philippe telah menunjuk politikus berpengalaman Didier Reynders dan Johan Vande Lanotte untuk menjadi mediator partai-partai, tetapi upaya mereka belum membuahkan hasil apa pun.
Pemerintah koalisi tidak dapat dibentuk pada tingkat federal. Sementara upaya untuk membentuk pemerintah daerah di Flemish dan Waloon pun gagal.
Hanya pemerintah daerah di ibu kota Brussel yang masih berfungsi hingga saat ini.
Pekan lalu, Reynders dan Lanotte membawa tujuh partai ke meja perundingan.
Namun, masalah perbedaan bahasa yang digunakan di wilayah Flemish yang berbahasa Belanda dan Waloon yang berbahasa Prancis tak dapat dihindari.
Kedua politikus itu berencana untuk berkonsultasi dengan Raja Philippe pada Senin mendatang untuk mencari solusi dari kebuntuan politik.
Sebelumnya, setelah pemilihan umum pada 2010, Belgia juga pernah mengalami kekosongan pemerintahan selama 541 hari.
*Ditulis oleh Fatih Hafiz Mehmet di Ankara