Muhammad Abdullah Azzam
31 Oktober 2019•Update: 31 Oktober 2019
Ruslan Rehimov
BAKU
Hikmet Hajiyev, Kepala Departemen Urusan Kebijakan Luar Negeri Kepresidenan Azerbaijan, mengungkapkan bahwa negaranya mengecam resolusi Dewan Perwakilan Rakyat AS yang mengakui peristiwa pada tahun 1915 sebagai Genosida Amernia.
Azerbaijan menganggap resolusi tersebut merupakan prasangka yang keliru dan tidak adil.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, Hajiyev mengatakan bahwa keputusan DPR AS tentang peristiwa 1915 bersifat politik, dan tidak memiliki dasar hukum atau sejarah.
Hajiyev menuturkan bahwa peristiwa pada periode itu harus diselidiki oleh sejarawan, bukan para politisi.
Hajiyev mengatakan bahwa Armenia dan lobi Armenia telah mengubah tudingan genosida menjadi alat spekulasi politik.
Dengan cara ini, ungkap Hajiyev, orang-orang Armenia berusaha menutupi kejahatan yang dilakukan oleh mereka di Kaukasus Selatan dan daerah lainnya.
"Oleh karena itu, Armenia tidak menerima saran yang diberikan oleh Turki untuk membentuk komisi bersama untuk menyelidiki peristiwa masa lalu itu.”
“Historiografi palsu, upaya menulis ulang sejarah dengan kekeliruan, dan menggunakannya sebagai alat penindasan politik tidak dapat diterima. Kami mengutuk keputusan DPR AS dan menganggapnya sebagai tindakan tidak adil," tutur dia.