Safvan Allahverdi
28 Oktober 2017•Update: 30 Oktober 2017
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Arsip Nasional Amerika Serikat (AS) pada Kamis malam merilis ribuan dokumen tersensor terkait pembunuhan Presiden John F Kennedy atas permintaan Presiden Donald Trump.
“Presiden telah meminta transparansi yang belum pernah terjadi sebelumnya dari agensi dan meminta mereka untuk meminimalkan redaksional tanpa ditunda,” demikian pernyataan Gedung Putih.
“Oleh karena itu Arsip Nasional akan merilis lebih banyak catatan, dengan redaksional hanya pada situasi luar biasa, pada batas waktu 26 April 2018.”
Berdasarkan Undang-Undang tahun 1992, yang mewajibkan semua dokumen yang disensor untuk dirilis setelah 25 tahun, terdapat setidaknya 2.891 dari 3.140 yang mewakili ratusan ribu halaman yang telah dipublikasikan.
Namun sekitar 300 dokumen tetap dirahasiakan karena khawatir atas keamanan nasional AS.
Trump mengarahkan Badan Keamanan Nasional untuk meninjau ulang alasan mereka merahasiakan catatan tersebut dalam waktu 180 hari, dan sisa catatan akan dirilis bertahap beberapa pekan mendatang.
“Masyarakat Amerika mengharapkan – dan sepantasnya – pemerintah menyediakan akses sebanyak mungkin terhadap catatan pembunuhan Presiden John F Kennedy, sehingga pada akhirnya masyarakat dapat mengetahui sepenuhnya semua aspek peristiwa penting ini,” tulis Trump dalam sebuah memorandum pada Kamis.
“Oleh karena itu, hari ini saya meminta tabir itu dibuka. Pada saat yang sama, departemen dan badan eksekutif mengusulkan pada saya bahwa informasi tertentu harus terus disimpan demi keamanan nasional dan masalah lainnya,” tambah Trump.
“Saya tak punya pilihan – hari ini – tapi untuk menerima redaksi tersebut ketimbang membiarkan bahaya yang mungkin tidak dapat dipulihkan demi keamanan nasional kami.”
Kennedy, presiden ke-35 AS, dibunuh di limousine terbuka di dekat Dealey Plaza di Dallas, Texas.
Lee Harvey Oswald ditangkap akibat kejahatan tersebut, namun tak pernah diadili karena ia dibunuh oleh Jack Ruby dua hari kemudian.FBI dan Komisi Warren secara resmi menyimpulkan bahwa Oswald adalah satu-satunya pembunuh, namun sejumlah pihak percaya Kennedy adalah korban konspirasi.