Shenny Fierdha Chumaira
19 Juni 2018•Update: 20 Juni 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Pentagon pada Senin mengonfirmasi bahwa AS dan turki melakukan patroli di Kota Manbij yang terletah di utara Suriah.
"Sesuai dengan Peta Jalan Manbij dan Asas Keamanan Manbij, kegiatan patroli mandiri terkoordinasi antara pasukan AS dan Turki dimulai pada 18 Juni, bersamaan dengan demarkasi garis di utara Manbij," jelas juru bicara Pentagon Eric Pahon kepada Anadolu Agency.
Pahon mengatakan bahwa kedua pihak menilai patroli bersama dengan komitmen untuk meningkatkan kerjasama dilakukan dengan melihat kondisi di lapangan.
"Patroli terkoordinasi merupakan bagian dari komitmen untuk keamanan dan stabilitas jangka panjang di Manbij, san komitmen AS untuk sekutu NATO, Turki," imbuh dia, menegaskan bahwa menjaga keamanan dan stabilitas di Manbij juga penting untuk mempertahankan momentum terkait operasi melawan kelompok teroris Daesh di timur Suriah yang masih berlangsung sampai sekarang.
Pasukan Turki sempat mengumumkan bahwa awal patroli di Manbij yang dilakukan oleh pasukan kedua negara sesuai dengan peta jalan yang telah disetujui sebelumnya untuk menumpas teroris dan menstabilkan wilayah.
Dalam cuitannya, Pasukan Bersenjata Turki mengatakan bahwa patroli dilakukan antara Manbij dan area Operasi Perisai Eufrat oleh Turki.
Peta jalan itu pertama diumumkan setelah pertemuan di Washington pekan lalu antara Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan Sekretaris Negara AS Mike Pompeo.
Kesepakatan itu berfokus pada penarikan kelompok teror YPG yang berafiliasi dengan PKK dari utara Suriah dan juga berfokus pada stabilitas wilayah.
Jika model ini terbukti sukses, Turki akan mendorong pengaturan yang sama untuk timur Suriah.
Dalam 30 tahun kampanye terornya terhadap Turki, PKK telah menewaskan 40.000 orang. YPG/PKK adalah cabangnya di Suriah.
Turki mengatakan bahwa keberadaan pasukan teror di dekat perbatasan merupakan sebuah ancaman dan telah melancarkan operasi militer dan upaya lain untuk menyingkirkan teroris dari wilayah itu.
Lebih dari 90 persen orang Arab mendominasi populasi setempat di Manbij.