Astudestra Ajengrastrı
26 Juli 2018•Update: 26 Juli 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat pada Rabu menunda kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Washington sampai 2019.
Presiden Donald Trump mengundang Putin ke AS musim gugur ini, namun penasihat keamanan nasional Trump berkata pertemuan tersebut akan ditunda karena masih berlangsungnya proses penyelidikan khusus tentang dugaan usaha Rusia memengaruhi pemilihan presiden 2016 dan kemungkinan kerja sama dengan tim kampanya Trump dalam melakukannya.
"Presiden yakin pertemuan bilateral berikutnya dengan Presiden Putin akan terjadi setelah perburuan penyihir atas Rusia berakhir, jadi kami setuju ini akan jadi agenda pertama tahun depan," kata Penasihat Keamanan Nasional John Bolton melalui pernyataan.
Trump dan pemerintahannya selama ini merujuk penyelidikan yang dilakukan oleh Penasihat Khusus Robert Mueller sebagai "perburuan penyihir".
Kremlin juga belum secara resmi menerima undangan itu, dan masih diperdebatkan apakah Putin akan menerima undangan Trump ini. Ajudan dekat Putin, Yuri Ushakov, berkata pada Selasa soal pentingnya pertemuan kedua bagi Trump dan Putin, namun menambahkan kedua pemimpin negara "memiliki opsi-opsi lain".
Gedung Putih mengumumkan pada pekan lalu bahwa Trump telah mengutus Bolton untuk menyampaikan undangan kepada Putin, di tengah-tengah kritik luas kepada Trump setelah pertemuan pertamanya dengan Putin di Helsini, Finlandia.
Komunitas intelijen AS menyatakan pada Januari 2017 bahwa Rusia mencampuri pemilihan umum untuk mengalahkan nominasi Partai Demokrat Hillary Clinton.
Trump tampak mendukung penyangkalan Putin saat keduanya melakukan konferesi pers bersama setelah berbincang empat mata, tapi setelah kembali ke Washington, Trump mencoba memutar balik pernyataannya.
Putin mengakui di Helsinki, dia lebih menyukai Trump yang merupakan nominasi dari Partai Republik karena dia "satu-satunya yang mau menormalisasi hubungan dengan Rusia", namun secara konsisten menyangkal keterlibatan Kremlin dalam pemilu.