WASHINGTON
Rusia gagal mencapai tujuan utamanya di wilayah Donbass, Ukraina, tetapi Moskow telah membuat "keberhasilan taktis tambahan" di sana, kata jenderal tinggi Amerika Serikat (AS) pada Rabu.
Berbicara kepada wartawan di Pentagon, Kepala Staf Gabungan Mark Milley mengatakan pasukan Rusia telah "gagal mencapai tujuan strategis dan operasional mereka" di jantung industri Ukraina, meski berbulan-bulan melancarkan serangan ditujukan untuk menduduki dan akhirnya mencaplok wilayah tersebut.
Moskow memulai "operasi militer khusus" di Ukraina pada 24 Februari.
"Ukraina membuat Rusia membayar untuk setiap inci wilayah yang mereka peroleh," tambah dia.
Itu sebagian karena pasukan Ukraina menggunakan sistem roket jarak jauh High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) yang baru-baru ini diterima dari AS, yang menurut Milley telah digunakan pasukan Kyiv "secara efektif" untuk menyerang sasaran penting bagi operasi komando dan kontrol Rusia.
"Serangan-serangan ini terus menurunkan kemampuan Rusia untuk memasok pasukan mereka, memerintahkan dan mengendalikan pasukan mereka, dan melakukan perang agresi ilegal mereka," kata Milley.
Sudah ada 12 HIMARS yang ditransfer ke Ukraina dari AS, dan empat tambahan dalam perjalanan mereka ke negara yang dilanda perang itu.
Ratusan roket untuk sistem tersebut juga telah dipasok, dan 200 pasukan Ukraina telah dilatih pada sistem tersebut, kata Milley.
"Rusia ditantang tidak hanya di depan mereka dengan pasukan konvensional Ukraina, tetapi mereka juga ditantang di area belakang mereka. Area belakang mereka tidak pasti aman," kata dia.
AS mengatakan Iran sedang bersiap untuk mentransfer ratusan pesawat tanpa awak, termasuk beberapa yang mampu melakukan operasi ofensif, ke Rusia untuk membantu upaya perangnya, dan Austin memperingatkan Teheran agar tidak terlibat lebih jauh.
"Kami akan menyarankan Iran untuk tidak melakukan itu. Kami pikir itu ide yang sangat, sangat buruk,” tukas dia.