Dandy Koswaraputra
08 September 2018•Update: 08 September 2018
Servet Gunerigok
WASHINGTON
AS mengutuk kekerasan terhadap diplomat di kota Irak Basra, yang telah yang dipicu oleh protes yang berubah menjadi tindakan brutal mematikan dalam beberapa hari terakhir.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa di bawah konstitusi Irak, hak untuk protes damai dan kewajiban untuk melindungi properti publik dan pribadi harus berjalan seiring.
"Amerika Serikat mengutuk kekerasan terhadap diplomat, termasuk yang terjadi hari ini" di Basra, kata Nauert, Jumat.
Pernyataan itu muncul setelah massa yang marah menyerbu konsulat Iran di Basra Jumat malam sebelum membuat gedung itu hancur.
Satu hari sebelumnya, para demonstran menyerang beberapa gedung pemerintah di kota, termasuk markas provinsi Basra dan gedung penyiaran televisi negara.
"Kami menyerukan semua pihak, termasuk pasukan keamanan dan pengunjuk rasa, untuk menegakkan hak protes damai dan untuk melindungi diplomat dan fasilitas mereka," tambahnya.
Sejak 9 Juli, provinsi-provinsi pusat dan selatan mayoritas Syiah Irak - terutama Basra - telah diguncang oleh protes untuk menuntut layanan publik yang lebih baik, lebih banyak kesempatan kerja dan diakhirinya korupsi pemerintah.
* Safvan Allahverdi di Washington berkontribusi pada laporan ini