Astudestra Ajengrastrı
12 September 2018•Update: 12 September 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Warga Amerika pada Selasa mengenang serangan teror 11 September yang mengguncang negara tersebut 17 tahun lalu.
Nyaris 3.000 warga Amerika tewas pagi itu, ketika pesawat yang dibajak oleh al-Qaeda menabrak Pentagon di sebelah utara Virginia dan gedung World Trade Center di New York City. Para penumpang di pesawat keempat berhasil menghalang-halangi para penyerangnya sebelum pesawat kandas di sebuah lapangan di Pennsylvania.
Pesawat tersebut sebelumnya diperkirakan mengarah ke Gedung Putih atau Capitol.
Lonceng-lonceng didentangkan untuk korban tewas di 9/11 Memorial di Manhattan, juga di Flight 93 Memorial di Pennsylvania dan Pentagon.
Presiden AS Donald Trump dan istrinya Melania menghadiri upacara peringatan di Shanksville, Pennsylvania, di mana menara "Tower of Voices" setinggi 93 kaki didirikan selama akhir pekan lalu untuk para penumpang pesawat yang menjadi korban.
"Di lapangan yang berada di luar tembok ini, dan di langit yang berada di atas kepala kita, kami mengenang saat Amerika melawan kembali," kata Trump, merujuk kepada mereka yang berada di dalam pesawat nahas tersebut.
"Kami berduka untuk seluruh ibu dan ayah, saudara laki-laki dan perempuan, anak laki-laki dan perempuan yang diambil dari kita di Twin Towers, Pentagon dan di lapangan Pennsylvania ini. Kami menghormati pengorbanan mereka dengan bersumpah tidak akan tunduk di hadapan kejahatan dan melakukan apapun untuk keselamatan Amerika," tambah dia.
Wakil Presiden Mike Pence menghadiri upacara peringatan terpisah di Pentagon, sementara ribuan orang juga berkumpul di World Trade Center untuk berduka bersama.