Maria Elisa Hospita
24 Oktober 2018•Update: 24 Oktober 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) pada Selasa menjatuhkan sanksi terhadap delapan orang yang terafiliasi dengan Taliban.
Saat mengumumkan sanksi, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa Iran berusaha mendestabilisasi pemerintah Afghanistan dengan mendukung Taliban.
"Pelatihan militer, pembiayaan, dan penyaluran senjata Iran ke Taliban adalah contoh lain dari campur tangan regional dan dukungan terhadap terorisme," ujar Mnuchin.
"Amerika Serikat dan mitra kami tidak akan mentoleransi rezim Iran yang mengeksploitasi Afghanistan untuk melancarkan destabiliasi," kata dia lagi.
Mereka yang dikenai sanksi diidentifikasi oleh Pusat Penargetan Dana Teroris (TFTC), kelompok tujuh negara yang berbagi informasi tentang pendanaan teroris.
TFTC dibentuk selama kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Arab Saudi tahun lalu. Anggotanya termasuk Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Kedelapan orang yang dikenai sanksi itu terdiri dari dua orang Pakistan, dua dari Iran, dan empat lainnya dari Afghanistan.
Mereka adalah Abdul Aziz, Abdullah Samad Faroqie, Sadr Ibrahim, Hafiz Abdul Majid, Abdul Rahim Manan, Mohammad Daoud Muzzamil, Mohammad Ebrahim Owhadi, dan Esma'il Razavi.
Sanksi dijatuhkan oleh Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC), sebuah badan yang beroperasi di bawah Departemen Keuangan AS.
Pemberlakuan sanksi adalah bagian dari strategi Trump yang lebih besar di Asia Selatan untuk memerangi kelompok-kelompok yang berusaha mengacaukan pemerintah Afghanistan.
"Kami akan terus memburu mereka yang memberikan dukungan keuangan kepada Taliban sampai ada penyelesaian perdamaian yang dirundingkan," kata Departemen Keuangan dalam sebuah pernyataan.
TFTC juga mengidentifikasi Naim Barich yang berperan sebagai menteri luar negeri bayangan Taliban sejak tahun lalu. Dia dimasukkan daftar sanksi oleh OFAC pada 2012.