Dunia

AS janjikan bantuan USD235 juta untuk Palestina

Dana itu mencakup bantuan ekonomi dan pembangunan di Tepi Barat, Gaza

Ali Rezzakoğlu,Servet Taşdemir   | 08.04.2021
AS janjikan bantuan USD235 juta untuk Palestina Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Servet Gunerigok

WASHINGTON

Amerika Serikat pada Rabu mengatakan pihaknya berencana memulai kembali bantuan ekonomi, pembangunan, dan kemanusiaan untuk Palestina, dengan total dana senilai USD235 juta.

"Ini termasuk USD75 juta dalam bantuan ekonomi dan pembangunan di Tepi Barat dan Gaza, USD10 juta untuk program pembangunan perdamaian melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), dan USD150 juta dalam bantuan kemanusiaan untuk Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA)," kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam sebuah pernyataan.

Menurut dia, bantuan ekonomi termasuk dukungan untuk pemulihan usaha kecil dan menengah yang terkena imbas pandemi Covid-19, dukungan rumah tangga untuk kebutuhan dasar manusia seperti makanan dan air bersih, dan bantuan untuk masyarakat sipil Palestina.

Jaringan Rumah Sakit Yerusalem Timur, yang menyediakan perawatan kesehatan bagi warga Palestina juga akan mendapatkan sebagian dari dana tersebut, yang menurut Blinken adalah "tambahan dari USD15 juta dalam bantuan kemanusiaan untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan kerawanan pangan yang diumumkan Amerika Serikat pada Maret."

AS juga melanjutkan dukungan untuk layanan UNRWA, termasuk pendidikan untuk lebih dari 500 anak.

Blinken mengatakan AS mendorong "donor lain untuk mendukung program dan kegiatan yang bertujuan mewujudkan stabilitas dan kemajuan untuk Israel dan Palestina."

Palestina menyambut baik langkah tersebut dan menyebutnya sebagai "langkah positif".

Dalam sebuah pernyataan, Ahmed Majdalani, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan deklarasi AS adalah sebuah langkah positif untuk melanjutkan hubungan Washington dengan kepemimpinan Palestina.

"Langkah itu mungkin membuka jalan untuk membangun kembali hubungan, tidak seperti pemerintahan Amerika sebelumnya yang bekerja untuk memeras kepemimpinan Palestina," kata dia lagi.

Pada 2018, mantan presiden AS Donald Trump membekukan bantuan ke Palestina untuk menekan Palestina agar bersedia menyetujui usulannya untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.

Usulan itu dengan tegas ditolak oleh orang-orang Palestina yang menolaknya karena banyaknya konsesi untuk pihak Israel.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın