Maria Elisa Hospita
16 April 2019•Update: 16 April 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Washington akan bekerja sama dengan Ankara untuk memastikan agar kelompok teroris PKK / YPG tidak menimbulkan ancaman bagi Turki selama pembangunan zona aman di Suriah yang letaknya bersebelahan dengan perbatasan Turki
Utusan khusus Amerika Serikat untuk Suriah James Jeffrey mengatakan Washington memahami kekhawatiran keamanan Turki Ankara setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan penarikan pasukan Amerika pada Desember lalu.
Bulan lalu, utusan khusus itu melontarkan pernyataan serupa tentang pembangunan zona aman di sepanjang perbatasan Turki-Suriah, di mana pasukan YPG, afiliasi kelompok teror PKK di Suriah, akan ditarik dari sana sehingga mereka tidak akan menimbulkan risiko keamanan ke Turki.
"Dan kami akan bekerja dengan Turki untuk memastikan bahwa zona itu akan selalu bebas dari ancaman apapun," kata Jeffrey saat konferensi hubungan Amerika-Turki di Washington.
AS bersekutu dengan PKK / YPG untuk memerangi Daesh di Suriah, tetapi Turki menganggap kerja sama dengan satu kelompok teror untuk melawan yang kelompok teror lainnya tak masuk akal.
Turki juga tidak ingin bekas pangkalan militer AS nantinya jatuh ke tangan teroris setelah penarikan pasukan. Mereka ingin pangkalan militer itu dihancurkan atau diserahkan kepada tentara Turki.
Sejak Washington mengumumkan penarikan pasukannya, Turki menghkawatirkan kekosongan kekuasaan di wilayah tersebut.
PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - telah melancarkan kampanye teror ke Turki selama lebih dari 30 tahun, yang mengakibatkan hampir 40.000 orang tewas.