Rhany Chairunissa Rufinaldo
29 Mei 2019•Update: 30 Mei 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat pada Selasa menegaskan bahwa pertikaian yang sedang berlangsung antara rezim Suriah dan sekutunya dengan pasukan oposisi di Idlib harus segera berakhir.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus mengatakan kepada wartawan bahwa Washington terus waspada terhadap serangan udara yang dilakukan oleh Rusia dan rezim Suriah di provinsi Idlib.
"Serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil dan infrastruktur publik seperti sekolah, pasar dan rumah sakit adalah eskalasi konflik yang ceroboh dan tidak dapat diterima. Kekerasan tanpa henti menghasilkan pengungsin sipil besar-besaran di Idlib," katanya.
Ortagus memperkirakan bahwa sekitar 300.000 orang telah dipaksa untuk melarikan diri dari kekerasan di Idlib, hanya beberapa jam setelah PBB mengatakan jumlah orang yang terlantar dari konflik yang sedang berlangsung adalah sekitar 270.000.
Saat ini, sekitar 1,5 juta orang tinggal di Idlib. Setengahnya adalah pengungsi dari daerah lain di Suriah.
Pada September lalu, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun, Rezim Assad dan sekutunya tetap mengabaikan perjanjian dan terus-menerus menyerang zona de-eskalasi Idlib.