Marıa Elısa Hospıta
30 Januari 2020•Update: 31 Januari 2020
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ke delapan pejabat Krimea dan sebuah perusahaan kereta api pada Rabu.
Delapan pejabat itu di antaranya Yuri Gotsanyuk, pejabat perdana menteri sejak September 2019; Mikhail Razvozhaev, pejabat gubernur Sevastopol; Vladimir Nemtsev, kepala legislatif Krimea; tiga pejabat Komisi Pemilihan Sevastopol; dan Ekaterina Altabaeva, representatif federal Sevastopol di badan legislatif Rusia; dan Alexander Ganov, kepala eksekutif Grand Service Express.
Grand Service Express adalah perusahaan kereta api yang masuk daftar hitam Departemen Keuangan AS.
Perusahaan itu dikenai sanksi karena beroperasi melewati Rusia dan wilayah Ukraina.
Selain AS, Kanada dan Uni Eropa juga memberikan sanksi ke para pejabat tersebut.
"Keputusan Departemen Keuangan diambil berdasarkan koordinasi erat dengan sekutu dan mitra internasional kami. Kami menegaskan kembali dukungan AS untuk pemulihan proses politik demokratis yang bebas dan adil di Krimea," ujar Menteri Keuangan Steven Mnuchin.
"Langkah AS, Uni Eropa, dan Kanada yang terkoordinasi membatasi kemampuan para pejabat ini untuk melakukan bisnis internasional dan menyoroti kekuatan aliansi trans-Atlantik dalam menghadapi agresi Rusia," kata dia lagi.
Rusia dan Ukraina terlibat dalam konflik sejak 2014, ketika Rusia mencaplok Semenanjung Krimea menyusul referendum kontroversial yang tak pernah diakui oleh masyarakat internasional.
PBB memandang tindakan Moskow ilegal berdasarkan hukum internasional.
Di sisi lain, Ukraina menuding Kremlin bertanggung jawab atas kekerasan separatis di dekat perbatasan timurnya dengan Rusia.