Muhammad Abdullah Azzam
19 Desember 2018•Update: 20 Desember 2018
Alaattin Doğru
DAKAR
Setidaknya 45 orang tewas dalam bentrokan dua kelompok etnis di sebelah barat Republik Demokratik Kongo (DRC).
Media setempat melaporkan terjadi bentrokan antara suku Banunu dan Batende di kota Mai-Ndombe sejak Minggu.
Bentrokan tersebut berawal saat warga suku Banunu berkeinginan mengambil sisa-sisa peninggalan kepala suku mereka yang tertanam di tanah wilayah suku Batende.
Menurut informasi awal, sedikitnya 45 orang tewas, sedang 60 orang lainnya menderita luka-luka dalam peristiwa bentrokan-bentrokan sejak akhir pekan lalu.
Ratusan orang melarikan diri ke hutan akibat konflik, sementara 4000 orang lainnya, sebagian di antaranya dalam kondisi terluka menyeberangi Sungai Kongo untuk berlindung ke negara tetangga Republik Kongo.
Konflik antarsuku tersebut mereda setelah pasukan keamanan dikerahkan ke wilayah tersebut.
Kekerasan etnis adalah hal yang umum di negara tersebut, di mana berbagai suku secara rutin saling menyerang dan menimbulkan korban besar sebelum pasukan keamanan dapat menghentikan kekerasan tersebut.