Hayati Nupus
12 Oktober 2019•Update: 14 Oktober 2019
Kemal Karagoz
SANLIURFA
Seorang warga sipil tewas di tenggara Turki pada Sabtu karena terluka akibat serangan mortir lintas perbatasan.
Ismail Taskin menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Suruc State, Provinsi Sanliurfa.
Dua warga sipil lainnya juga menjadi martir dalam serangan yang sama pada Jumat ketika teroris YPG/PKK menargetkan sebuah rumah di distrik perbatasan Suruc.
Seorang bayi berusia sembilan bulan, Muhammed Omar, dan pengasuhnya, Cihan Gunes, mati syahid akibat serangan YPG/PKK yang menargetkan Distrik Akcakale, Sanliurfa, Kamis.
Selain itu, Elif Terim dan Mazlum Gunes, yang baru berusia 11 tahun, tewas di rumah sakit setelah terluka parah, di Distrik Ceylanpinar Sanliurfa.
Di Distrik Nusaybin, Provinsi Mardin, Fatma Yildiz (48) dan putrinya—Emine (12) dan Leyla (15)—juga mati syahid pada Kamis, akibat serangan YPG/PKK.
Pada Rabu, Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian di timur Sungai Eufrat, sebelah utara Suriah, untuk mengamankan perbatasan dengan membersihkannya dari unsur-unsur teroris, dan demi memastikan pengungsi Suriah dapat kembali dengan aman sekaligus menjaga kesatuan wilayah Suriah.
Ankara ingin membersihkan unsur-unsur teroris PKK dan cabang Suriahnya, PYD/YPG, dari wilayah tersebut.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK—yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa—bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
* ditulis oleh Dilara Hamit