Muhammad Abdullah Azzam
09 Januari 2019•Update: 10 Januari 2019
Ali Mukarrem Garip
SALADIN, Irak
Dua orang tewas dan lima lainnya terluka akibat serangan bom mobil di provinsi Saladin, Irak.
Anggota Komisi Dewan Keamanan Provinsi Saladin Mahdi Taki mengatakan kepada Anadolu Agency, dua orang tewas dan lima lainnya menderita luka-luka akibat serangan bom mobil pada Selasa di pos pemeriksaan keamanan Akvas, pintu masuk sebelah utara provinsi Saladin.
Taki mengatakan serangan itu kemungkinan dilakukan oleh organisasi teroris Daesh.
Pasukan keamanan sudah memulai operasi penyelidikan skala besar untuk menghindari serangan-serangan berikutnya di wilayah tersebut.
Pada Desember 2017 lalu, mantan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi berkata, "pemerintah sepenuhnya telah mengambil alih Mosul dari tangan Daesh setelah tiga tahun diserang."
Pada saat yang sama, pemerintah di Baghdad menyatakan Daesh di Irak telah berhasil ditumpas melalui operasi yang didukung oleh aliansi internasional pimpinan Amerika Serikat.
Namun, dari waktu ke waktu, pejabat Irak mengumumkan diadakannya operasi melawan "sel-sel tidur" Daesh yang masih bertahan di beberapa bagian di Irak.