Astudestra Ajengrastrı
29 Mei 2018•Update: 30 Mei 2018
Burak Karacaoglu, Esref Musa
IDLIB, Suriah
Sebelas kelompok oposisi yang berperang melawan rezim Bashar al-Assad di Suriah membentuk aliansi baru di provinsi Idlib, sebelah barat laut Suriah, Senin.
Sumber dari kelompok tersebut mengatakan bahwa mereka bergabung di bawah bendera bernama "Front Nasional untuk Pembebasan."
"Tujuan dari formasi baru adalah untuk menyatukan komponen Tentara Pembebasan Suriah di provinsi Idlib di bawah satu atap," kata formasi baru tersebut di media sosial.
Pembentukan front baru termasuk kelompok-kelompok berikut: Sham Legion, Jaysh al-Nasr, Tentara Pembebasan Idlib, Divisi Costal ke-1, Divisi Costal ke-2, Divisi ke-1, Angkatan Darat ke-2, Tentara Elit, Shuhada al-Islam Darayya, Brigade Al-Hurriyat, dan Divisi ke-23.
Semua kelompok telah beroperasi di Idlib dan bagian utara Hama di bawah Tentara Pembebasan Suriah.
Komandan Legion Sham Fadil Allah al-Hajji menjadi pemimpin front baru, sementara Suhaib Layyush dari Jaysh al-Nasr ditunjuk sebagai wakilnya.
Dengan formasi baru ini, kelompok oposisi menciptakan kelompok militer terbesar di Suriah yang memerangi rezim Assad, menyatukan hampir 30.000 orang.
Suriah baru saja mulai bangkit dari perang saudara yang menghancurkan sejak 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak keras demonstran pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga. Para pejabat PBB mengatakan ratusan ribu orang tewas dalam konflik itu.