Muhammad Abdullah Azzam
02 Januari 2019•Update: 03 Januari 2019
Ali Semerci, Zeynep Tüfekçi
MAR’IB, Yaman
Sebanyak 10 wartawan dan juru kamera tewas akibat perang Yaman sepanjang 2018, lapor Serikat Jurnalis Yaman.
Menurut Serikat Jurnalis Yaman, pasukan koalisi menewaskan lima jurnalis, kelompok Houthi tiga jurnalis, dan kelompok-kelompok yang tak teridentifikasi menewaskan dua jurnalis.
Laporan tersebut menyatakan terjadi 226 pelanggaran yang dilakukan terhadap wartawan, jurnalis foto, puluhan surat kabar, kantor berita dan properti milik para jurnalis di Yaman.
"Kelompok Houthi melakukan 136 pelanggaran, kelompok-kelompok pro pemerintah 68 pelanggaran, pasukan koalisi 11 pelanggaran, kelompok tak dikenal 9 pelanggaran, dan dua pelanggaran dilakukan oleh Gerakan Separatis Selatan," lanjut pernyataan tersebut.
Pemerintah Yaman, pasukan koalisi, dan kelompok Houthi belum mengeluarkan pernyataan terkait laporan tersebut.
Yaman telah dilanda konflik sejak 2014 ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara itu.
Konflik memanas setahun kemudian saat koalisi yang dipimpin Arab Saudi melancarkan serangan udara besar-besaran untuk melumpukan kelompok Houthi.
Setidaknya 16 ribu warga sipil tewas sejak awal perang saudara di Yaman.
Puluhan ribu orang, termasuk warga sipil, tewas dalam konflik tersebut.
PBB memperkirakan sekitar 14 juta warga Yaman berisiko menderita bencana kelaparan.