Sena Guler dan Sorwar Alam
13 Januari 2018•Update: 14 Januari 2018
Sena Guler dan Sorwar Alam
ANKARA
Menteri luar negeri Turki pada Jumat mengkritik peringatan perjalanan terbaru Amerika Serikat (AS) untuk Turki sebagai "tidak perlu."
Dalam kunjungannya ke pemakaman diplomat Turki yang terbunuh di Los Angeles, Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa Turki dan AS seharusnya tidak membuang waktu untuk melakukan tindakan yang "tidak perlu" yang tidak sesuai dengan persekutuan seperti peringatan Departemen Luar Negeri AS mengenai Turki.
"Turki jauh lebih aman daripada AS," kata dia.
“Mengingat peristiwa tahun 2017, kita dapat dengan mudah mengatakan bahwa Turki tidak kurang aman daripada AS, namun merupakan negara yang jauh lebih aman," tambah dia.
Dia mencatat bahwa sekitar 32 juta wisatawan mengunjungi Turki tahun lalu, dan jumlah pemesanan awal dari AS lebih tinggi untuk musim mendatang.
Cavusoglu juga menekankan bahwa sebagai sekutu, hubungan Turki-AS harus "berfokus pada agenda positif dan kerja sama dalam isu-isu regional”.
Cavusoglu menambahkan, Xenophobia di Amerika mengkhawatirkan.
"Kami melihat bagaimana pemerintah AS, khususnya administrasi Trump, menjatuhkan negara-negara lain," kata dia.
Departemen Luar Negeri AS merilis sebuah himbauan perjalanan pertanggal 12 Januari yang meminta warga negara AS untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Turki "karena terorisme" dan "penahanan sewenang-wenang".
Pada Jumat, Kementerian Luar Negeri Turki juga mengeluarkan sebuah peringatan untuk warganya yang akan bepergian ke AS karena meningkatnya tindakan terorisme dan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga Turki.
Pemakaman yang dikunjungi oleh Cavusoglu adalah tempat peristirahatan terakhir tiga diplomat Turki yang terbunuh di saat bertugas AS oleh kelompok teroris Armenia ASALA.
Konsul Jenderal Turki Mehmet Baydar dan Konsul Bahadir Demir terbunuh pada 27 Januari 1973, dan pada 28 Januari 1982, sementara Konsul Jenderal Turki Kemal Arikan terbunuh dalam serangan rasis lainnya.
Organisasi teroris Armenia membunuh 31 diplomat Turki di seluruh dunia antara tahun 1973 dan 1986, menurut sebuah studi tahun 2015.