Pizaro Gozali İdrus
12 Desember 2018•Update: 13 Desember 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Partai-partai politik di Thailand mengaku masih khawatir melakukan kampanye politik, meskipun larangan berpolitik telah dicabut junta militer, lansir Bangkokpost pada Rabu.
Para partai itu memilih untuk menahan diri dari aktivitas kampanye hingga 2 Januari saat keputusan resmi kerajaan dikeluarkan.
Thailand telah memutuskan tanggal 2 Januari mendatang sebagai waktu kampanye bagi partai-partai politik.
Junta militer Thailand pekan lalu sudah memutuskan bahwa pemilu nasional akan dilaksanakan pada 24 Februari mendatang.
Wakil Perdana Menteri Thailand Wissanu Krea-ngam juga menegaskan partai-partai politik kini telah bebas melakukan aktivitas politik.
Meski demikian, KPU Thailand masih mempelajari keputusan ini.
Juru bicara Partai Demokrat Thana Chiravinij menyambut baik pencabutan larangan itu. Dia menilai kampanye pemilu tetap tak akan diizinkan junta militer sampai tanggal 2 Januari saat putusan kerajaan dikeluarkan.
Tokoh kunci Partai Pheu Thai Chalerm Ubumrung mengatakan hal senada.
Menurut dia, pencabutan larangan politik hanya memungkinkan kegiatan politik seperti pertemuan. Namun kampanye pemilu masih dilarang.