07 Juli 2017•Update: 07 Juli 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah mengklaim penyelenggaraan perjalanan mudik Lebaran 2017 jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Tahun ini kemacetan lebih terkendali meski jumlah kendaraan lebih banyak, angka kecelakaan bisa ditekan, dan tingkat kejahatan juga menurun. Di sisi lain, para pemudik juga lebih kooperatif.
Kepala Korp Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan, kerjasama lintas sektoral menghadapi mudik terselenggara dengan baik. Kini, sudah tidak lagi ego sektoral masing-masing instansi.
“Tahun-tahun sebelumnya ego sektoral masih dikedepankan. Polda A tidak mau mau daerahnya macet, (kendaraan) lewat pantura saja. Nah, untuk tahun ini itu tidak ada. Pengendalian ada di pusat. Polda-polda harus patuh pada Mabes Polri,” ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis.
Jumlah pemudik yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas mudik tahun ini juga turun sebanyak 519 orang, atau 41,2% dari korban tahun lalu yakni 1.261 orang. Kesuksesan ini menurutnya bisa dicapai dengan beberapa langkah penting, yaitu sosialisasi keselamatan yang gencar dan menjaga daerah-daerah blackspot.
“Selain itu kita juga menindak tegas pelanggar lalu lintas yang menyebabkan kecelakaan. Mereka yang melanggar marka, melawan arus, atau membawa penumpang berlebih banyak kami tindak,” ujarnya.
Tahun ini, menurutnya, pemudik juga lebih kooperatif. Petugas tidak banyak melihat pemudik yang ugal-ugalan atau yang kelebihan kapasitas.
Angka kecelakaan lalu lintas biasanya naik sekitar 10% tiap tahun. Hal ini karena jumlah penduduk bertambah yang diikuti dengan pertambahan jumlah kendaraan. Namun, dengan berbagai langkah, angka kecelakaan tahun ini malah berkurang.