Servet Günerigök
04 Desember 2021•Update: 06 Desember 2021
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Jumat mengatakan bahwa dia sedang melancarkan serangkaian inisiatif untuk mempersulit Rusia melakukan kemungkinan aktivitas militer terhadap Ukraina.
Berpidato di Gedung Putih, Biden mengatakan bahwa dia terus-menerus berhubungan dengan sekutu AS di Eropa melalui Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Penasihat Keamanan Jake Sullivan.
"Dan apa yang saya lakukan adalah menyusun apa yang saya yakini akan menjadi serangkaian inisiatif paling komprehensif dan bermakna untuk membuat sangat, sangat sulit bagi Putin untuk terus maju," kata dia.
Pernyataan Biden itu muncul beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov mengatakan hampir 94.000 tentara Rusia dikerahkan di perbatasan Ukraina dan memperingatkan Moskow dapat memicu eskalasi skala besar pada Januari depan.
AS pada Kamis memperingatkan Rusia terhadap setiap agresi militer baru terhadap Ukraina dan mendesak Moskow untuk memenuhi komitmennya berdasarkan perjanjian Minsk.
"Kami sangat prihatin dengan bukti bahwa Rusia telah membuat rencana untuk agresi signifikan lebih lanjut terhadap Ukraina," kata Blinken pada pertemuan ke-28 Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) di Stockholm, Swedia.
Sementara itu, seorang pejabat Rusia pada Jumat mengatakan bahwa pertemuan online antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari AS dapat berlangsung "dalam beberapa hari ke depan".
“Kedua presiden berencana untuk membahas implementasi keputusan yang dibuat pada KTT Jenewa Juni kemarin, hubungan bilateral, situasi di Afghanistan, Iran, Ukraina, Libya dan Suriah, Yury Ushakov,” kata penasihat presiden untuk masalah kebijakan luar negeri, kepada wartawan di Moskow.