Muhammad Abdullah Azzam
05 Maret 2021•Update: 08 Maret 2021
Faruk Zorlu, Ibrahim Yaldiz
ANKARA
Sedikitnya 11 tentara Turki, termasuk seorang perwira tinggi, gugur dan dua lainnya terluka setelah sebuah helikopter militer jatuh di timur Turki pada Kamis, kata Kementerian Pertahanan negara itu.
"Jumlah syahid kami bertambah menjadi 11 orang. Kami mendoakan semoga Allah merahmati para syuhada kami dan kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang berharga," kata Kemhan Turki di Twitter.
Dalam pernyataan sebelumnya, kementerian Turki itu mengatakan sembilan tentara tewas dan empat tentara terluka dalam kecelakaan helikopter di provinsi Bitlis.
Selang beberapa saat kemudian, dua tentara yang terluka parah meninggal dunia.
Helikopter militer tipe Cougar itu hilang kontak pada pukul 14.25 waktu setempat setelah lepas landas dari provinsi Bingol pukul 13.55 ke distrik Tatvan di Bitlis.
Menteri Pertahanan Nasional Hulusi Akar bersama Kepala Staf Umum Jenderal Yasar Guler dan Panglima Angkatan Darat Jenderal Umit Dundar mengunjungi lokasi kecelakaan.
Sementara itu, Davut Bikec, seorang saksi mata dari desa Cekmece, distrik Tatvan, mengatakan kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat.
"Kami tidak tahu kalau helikopter itu jatuh. Setelah beberapa saat, anak saya bilang ada helikopter yang jatuh," tutur Bikec.
Dia mengatakan ada 4 orang yang terluka, dan salah satunya terkubur sebagian di bawah bangkai kapal.
"Mulutnya penuh dengan salju. Saya membersihkan salju dan membantunya bernapas," tambah Bikec.
"Saya bertanya apakah dia baik-baik saja. Dia mengatakan kepada saya, 'Saya baik-baik saja'," kata Bikec, seraya menambahkan dia menggali salju dengan tangannya untuk membebaskan tentara yang terperangkap di dalam tumpukan salju itu.
"Setelah saya membawanya keluar, saya memintanya untuk tetap diam jika ada patah tulang. Kemudian saya mendekati tentara lain. Saya melepas jaket saya dan menjabarkannya di atasnya," pungkas dia.