Merve Gül Aydoğan Ağlarcı
25 Februari 2022•Update: 01 Maret 2022
ANKARA
Turki pada Kamis menolak intervensi militer Rusia di Ukraina, serta menyebutnya aksi yang "tidak dapat diterima."
Melalui sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk keras intervensi militer yang lama ditakuti akan dilakukan Rusia terhadap Ukraina dan meminta Moskow untuk mengakhiri tindakan "tidak adil dan melanggar hukum.”
"Kami menganggap operasi militer yang diluncurkan oleh Tentara Federasi Rusia terhadap Ukraina tidak dapat diterima dan kami menolaknya," kata pernyataan itu.
Intervensi itu tidak hanya menghancurkan kesepakatan Minsk, tetapi juga "merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan merupakan ancaman serius bagi keamanan kawasan kami dan dunia," tambah pernyataan itu.
Kementerian Turki menyoroti "kebutuhan untuk menghormati integritas teritorial dan kedaulatan suatu negara," dan negara itu juga menentang perubahan perbatasan dengan penggunaan kekuatan.
"Dukungan kami untuk kesatuan politik, kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina akan terus berlanjut," tambah kemlu itu.
Pengumuman itu muncul tak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan lampu hijau intervensi militer di Ukraina pada Kamis pagi, hanya beberapa hari setelah Moskow mengakui dua wilayah yang dikuasai separatis di Ukraina timur.
Putin mengatakan tindakan itu mengikuti permintaan bantuan dari otoritas Donetsk dan Lugansk, yang baru-baru ini diakui Rusia sebagai negara merdeka.