Maria Elisa Hospita
30 Juli 2019•Update: 31 Juli 2019
Zafer Fatih Beyaz, Sarp Ozer
ANKARA
Menteri pertahanan Turki telah memberi tahu rekan sejawatnya dari Amerika Serikat (AS) via telepon bahwa Turki mengharapkan AS dapat sepenuhnya mengakhiri dukungannya ke kelompok teroris PKK / YPG.
Hulusi Akar mengatakan Turki akan membentuk zona amannya sendiri jika seandainya kedua negara gagal menemukan landasan bersama.
Menurut Kementerian Pertahanan Turki, Akar mengucapkan selamat kepada Mark Esper yang baru menjabat sebagai menteri pertahanan. Mereka juga membahas rencana pembentukan zona aman di Suriah Utara.
Akar menekankan bahwa negaranya tidak akan membiarkan keberadaan teroris di sepanjang perbatasan selatan Turki.
Turki juga ingin menjamin keselamatan dan keamanan tidak hanya untuk negara dan rakyatnya, tetapi juga kelompok agama dan etnis lain seperti Kurdi, Arab, Asyur, Kristen, dan Ezidis yang tinggal di wilayah itu.
Mengenai program jet tempur F-35, Menhan Turki menegaskan bahwa Turki bukan hanya sekadar konsumen, tetapi juga investor dan mitra produksi, sehingga program tersebut harus dilanjutkan sesuai rencana.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - telah bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Sejak 2017, Turki dan AS berselisih paham karena Turki memutuskan untuk membeli S-400, sistem pertahanan rudal buatan Rusia.
*Ditulis oleh Dilara Hamit