Muhammad Abdullah Azzam
10 September 2020•Update: 11 September 2020
Gozde Bayar
ANKARA
Turki pada Rabu mengutuk upaya pembunuhan terhadap wakil presiden pertama Afghanistan di ibu kota Kabul.
"Kami turut berduka setelah menerima kabar bahwa banyak orang tewas dan banyak lainnya terluka dalam serangan terhadap konvoi Amrullah Saleh, Wakil Presiden Pertama Afghanistan di Kabul," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.
"Kami mengutuk aksi kekerasan dan serangan keji terbaru ini, di saat saat Negosiasi Intra-Afghanistan akan dimulai, tahap penting untuk proses perdamaian di Afghanistan," kata Kemlu Turki yang juga berharap upaya perdamaian akan terus berlanjut.
Otoritas Turki berharap agar Allah merahmati mereka yang meninggal dunia dan berharap pemulihan segera bagi mereka yang terluka.
Konvoi Saleh menjadi sasaran bom pinggir jalan di daerah ibu kota Taimany pada pagi hari, kata sebuah pernyataan dari kantornya.
Sementara Saleh, senior dari dua wakil presiden Afghanistan tidak terluka, namun setidaknya enam orang tewas dan 12 luka-luka dalam serangan bom itu, menurut Kementerian Kesehatan Afghanistan.
Mantan kepala intelijen dan oposisi Taliban merilis pesan video segera setelah serangan itu.
Dalam beberapa jam setelah serangan itu, Taliban mengeluarkan pernyataan yang menyangkal keterlibatan apa pun.
Tahun lalu, Saleh juga lolos dari serangan di kantor kampanye pemilu di Kabul yang menewaskan sedikitnya 20 orang.