Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 April 2020•Update: 23 April 2020
Burak Dag
ANKARA
Turki menyuarakan dukungan untuk pembentukan pemerintah yang stabil di Irak, Rabu.
"Kami mendukung pembentukan pemerintahan yang stabil di negara tetangga kami, Irak, khususnya saat seluruh dunia menghadapi kesulitan yang mengerikan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hami Aksoy dalam sebuah pernyataan.
"Dalam rangka upaya berkelanjutan untuk membentuk pemerintahan baru di Irak, Presiden [Barham] Salih akhirnya menominasikan Mustafa Kadhimi, Kepala Intelijen Nasional, sebagai perdana menteri yang ditunjuk untuk membentuk pemerintah," tambah dia.
Aksoy juga menekankan bahwa Turki percaya bahwa pembentukan pemerintahan yang stabil di Irak di bawah kepemimpinan Kadhimi akan bermanfaat bagi Irak dan kawasan.
Pada 9 April, Presiden Salih menginstruksikan Kadhimi untuk membentuk pemerintahan baru.
Langkah itu dilakukan setelah perdana menteri yang ditunjuk Adnan Al-Zurfi menarik diri dari pencalonannya.
Kadhimi, yang telah menjabat sebagai direktur Badan Intelijen Nasional Irak sejak 2016, menerima mandat untuk membentuk pemerintahan dalam waktu 30 hari sesuai dengan konstitusi.
Irak telah diguncang oleh protes massa sejak awal Oktober atas kondisi hidup yang buruk dan korupsi, memaksa Perdana Menteri Adel Abdul-Mahdi untuk mengundurkan diri.
Lebih dari 600 orang tewas dan 17.000 lainnya terluka dalam protes yang dihentikan sementara karena wabah Covid-19.