Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Juni 2020•Update: 15 Juni 2020
Yildiz Nevin Gundogmus
ANKARA
Menteri Kehakiman Turki pada Senin mengumumkan bahwa semua proses hukum dan persidangan di negara itu akan dilanjutkan pada 16 Juni setelah dihentikan sementara karena pandemi Covid-19.
"Kami telah mengambil semua tindakan pencegahan di gedung pengadilan," kata Abdulhamit Gul, kepada Anadolu Agency.
"Kami akan meningkatkan dialog dan kerja sama untuk memperkuat profesi hukum dan advokasi," tambah Gul.
Dia menekankan bahwa reputasi peradilan meningkat ketika advokasi menguat.
"Kami menginginkan struktur yang memperkuat advokasi di semua bidang hukum," tambah sang menteri.
Pada Minggu, Turki mengkonfirmasi lebih dari 178.200 kasus Covid-19 dan lebih dari 4.800 kematian akibat virus, sementara pasien sembuh mencapai 151.000.
Setelah berasal dari Wuhan, Cina Desember lalu, COVID-19 telah menyebar ke sedikitnya 188 negara dan wilayah.
Hagia Sophia
Gul juga mengomentari diskusi tentang kemungkinan pembukaan kembali museum Hagia Sophia sebagai masjid.
"Ini adalah satu-satunya masjid yang masuk dengan pintu putar dan merupakan tanggung jawab hukum untuk menghilangkan rasa malu itu."
"Masalah seputar Hagia Sophia adalah masalah kedaulatan di bawah Republik Turki," tambah dia.
Hagia Sophia digunakan sebagai gereja selama 916 tahun. Pada 1453, bangunan itu diubah menjadi masjid oleh Sultan Ottoman Mehmet II ketika kesultanan menaklukkan Istanbul.
Setelah restorasi selama era Ottoman dan penambahan menara oleh arsitek Mimar Sinan, Hagia Sophia menjadi salah satu karya terpenting arsitektur dunia.
Di bawah Republik Turki, bangunan itu kemudian menjadi museum.
Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Ottoman mengubah bangunan itu menjadi masjid, bukan meruntuhkannya.