Muhammad Abdullah Azzam
17 Februari 2021•Update: 18 Februari 2021
Zehra Aydin Turapoglu
TRABZON, Turki
Presiden Turki pada Selasa berjanji memperluas cakupan operasi militer negaranya dalam beberapa hari mendatang, pasukan Turki berhasil memukul mundur teroris ke wilayah lain namun ancaman masih ada di depan mata.
“Lubang mana pun yang mereka masuki, kami akan menemukan mereka di sana dan kami akan menghantam mereka,” kata Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Provinsi Trabzon.
"Kami berperang melawan organisasi teroris yang haus dengan darah atau pembantaian anak-anak, wanita, orang tua, warga sipil dari semua lapisan masyarakat, dan yang akhirnya turun ke titik eksekusi kejam terhadap orang-orang tak bersenjata," tambah Erdogan.
Pernyataan Presiden Turki itu muncul setelah tewasnya 13 warga Turki selama operasi kontra-terorisme Turki di Gara, Irak utara pada Minggu.
Pasukan Turki melancarkan Operasi Cakar-Elang 2 selama empat hari di Gara pekan lalu untuk mencegah PKK dan kelompok teror lainnya membangun kembali posisi yang digunakan untuk melakukan serangan teroris lintas batas di Turki.
“Gara adalah daerah yang penting dan bermasalah dan jatuh, Insya Allah; pekerjaan sudah selesai,” kata Erdogan.
Presiden Turki juga menyalahkan negara-negara Barat karena diam terhadap pembunuhan 13 warga Turki oleh kelompok teror tersebut.
“Kami tidak dapat melihat siapa pun kecuali beberapa suara yang samar. Wahai Barat, kamu dimana?” sindir dia.
"Kami akan terus berada di tempat kami selama kami membutuhkannya di tempat-tempat yang kami jadikan aman untuk menghindari serangan serupa lagi," kata Erdogan.
Operasi Cakar Harimau dan Cakar Elang dimulai Juni lalu untuk memastikan keamanan rakyat dan perbatasan Turki.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.