Mümin Altaş
02 Juli 2021•Update: 02 Juli 2021
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis berjanji untuk terus memerangi kekerasan terhadap perempuan saat mengumumkan rencana aksi baru.
“Kami melakukan perjuangan (melawan kekerasan) semakin kuat dengan rencana aksi baru kami,” kata Erdogan pada Pertemuan Kampanye Rencana Aksi Nasional ke-4 tentang Pemberantasan Kekerasan Terhadap Perempuan di ibu kota Turki, Ankara.
Tujuan pertama dari rencana baru ini adalah untuk meninjau undang-undang Turki dalam memerangi kekerasan dan implementasinya yang efektif, jelas Presiden Turki.
“Perjuangan kami melawan kekerasan terhadap perempuan tidak akan dimulai dengan Konvensi Istanbul, dan juga tidak berakhir dengan penarikan Turki dari perjanjian itu,” tambah Erdogan, merujuk pada perjanjian Eropa yang dilepas Turki pada 1 Juli, dengan alasan ketidakcocokan dengan nilai-nilai lokal.
Di bawah dekrit yang ditandatangani oleh Erdogan, tanggal kedaluwarsa Konvensi Istanbul 2011, yang dibatalkan di Turki awal tahun ini, jatuh pada 1 Juli.
Turki menarik diri dari konvensi tersebut pada 19 Maret, dengan alasan perjanjian tersebut bertentangan dengan tradisi lokal dan undang-undang Turki sudah memberikan perlindungan yang cukup bagi perempuan.
Erdogan juga mengatakan bahwa rencana aksi yang diumumkannya disusun dengan kontribusi dari lembaga publik, LSM, universitas, media, dan perwakilan organisasi internasional.
Menyoroti Turki telah memperkuat dasar hukum untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan dengan berbagai perubahan konstitusi, Erdogan menjelaskan, “Pemberlakuan UU tentang perlindungan keluarga dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan adalah titik balik terpenting dalam hal ini."
“Dengan undang-undang ini Turki telah menjadi salah satu negara dengan undang-undang paling komprehensif dan efektif di dunia untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan,” jelas dia.
“Tujuan utama rencana aksi untuk meningkatkan kesadaran dalam mempengaruhi dan mengubah cara pandang masyarakat tentang kekerasan terhadap perempuan dan meningkatkan kepekaan mereka,” tambah dia.
Presiden Turki menekankan perang melawan kekerasan terhadap perempuan hanya dapat berhasil dengan partisipasi dan kontribusi yang tulus dari seluruh masyarakat.