Muhammad Abdullah Azzam
11 Maret 2020•Update: 11 Maret 2020
Salih Baran
EDIRNE Turki
Sejumlah pencari suaka masih bertahan menunggu di zona netral antara gerbang perbatasan Turki-Yunani, mereka berharap Yunani akan membuka gerbang perbatasannya.
Para pencari suaka yang datang ke Edirne dari banyak kota di wilayah Turki hingga kini mereka telah melakukan aksi menunggu di perbatasan Yunani hingga hari yang ke-13, dan mereka masih terus berusaha memasuki Eropa.
Pencari suaka lebih sering menggunakan penyeberangan melalui sungai ketimbang lewat darat dan gerbang perbatasan.
Lebih dari lima ribu pencari suaka yang bermalam di tenda yang mereka dirikan di sana berusaha bertahan hidup dalam kondisi yang sulit.
Cuaca dingin pada malam hari memberikan dampak buruk bagi para keluarga yang memiliki anak-anak. Hujan deras yang sejak kemarin sore dan berlanjut hingga malam hari mempersulit keadaan mereka.
Pasukan Yunani kerap menyemprotkan air bertekanan tinggi, menembakkan gas, bom airmata, dan kadang tak segan menggunakan peluru tajam untuk menghalangi para pencari suaka yang berusaha memasuki wilayahnya.
Sementara para pencari suaka yang berhasil melintasi perbatasan mereka juga menghadapi perlakuan buruk dari pasukan Yunani.
Tentara Yunani mendirikan parit di perbatasan mereka serta memasang pagar kawat di tepi Sungai Meric.
Mereka yang terluka akibat tembakan pasukan Yunani terpaksa harus kembali ke Turki.
Sebagian pencari suaka yang terluka saat mencoba melintasi perbatasan berada dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit di provinsi Edirne, Turki.
Pecari suaka masih terus berusaha memasuki Yunani lewat jalur sungai. Mereka menunggu pada malam hari untuk melanjutkan upaya penyeberangan mereka di daerah pedesaan.
Di sisi lain, polisi Turki juga melakukan operasi patroli 24 jam di sungai itu untuk berjaga-jaga bila seandainya ada tindakan kekerasan atau pengembalian paksa oleh Yunani.