Muhammad Abdullah Azzam
10 Maret 2020•Update: 10 Maret 2020
Davut Demircan
ANKARA
Menteri Kesehatan Turki pada Senin mengatakan sejauh ini tidak ada kasus virus korona di negaranya.
Berbicara kepada wartawan di ibu kota Ankara usai menghadiri pertemuan dewan sains terkait virus korona, Menkes Turki Fahrettin Koca mengatakan kementeriannya dan pemerintah Turki telah mengambil semua berbagai langkah antisipasi untuk mencegah masuknya virus itu ke Turki.
Di tengah penyebaran penyakit yang cepat di berbagai negara Eropa, Menteri Koca menyarankan agar warga Turki yang tinggal di Eropa untuk mengambil tindakan pencegahan intensif.
"Warga Turki yang tinggal di luar negeri, terutama yang tinggal di Eropa, seharusnya tidak berpergian ke luar kecuali jika ada hal mendesak," tutur Koca.
Koca juga mendesak warganya, terutama yang datang dari luar negeri, untuk melakukan karantina diri sendiri di rumah selama 14 hari guna mencegah penyebaran.
“Jika virus korona memasuki Turki, kemungkinan besar wabah itu dibawa oleh penumpang yang datang dari luar negeri,” jelas dia.
Menteri Turki itu mengatakan negaranya belum terdampak oleh wabah ini, berkat langkah-langkah pencegahan yang mereka ambil sejak awal.
Meski begitu, dia tidak menjamin bahwa Turki akan selalu terhindar dari penyakit ini.
Dengan segala langkah antisipasi untuk melawan virus korona, Koca mengatakan Turki tak mencari bantuan dari negara lain, sebaliknya negaranya malah dapat memberikan bantuan kepada yang lain.
Turki sejak bulan lalu menutup perbatasan daratnya dan menghentikan penerbangan ke Iran.
Selain China, Italia, dan Korea Selatan, Iran juga menjadi negara yang mengalami dampak terburuk sejak wabah penyakit itu muncul pada Desember lalu.
Pada Januari, WHO menyatakan wabah Covid-19 sebagai darurat kesehatan global, dan kemudian meningkatkan peringatan global dari "berisiko" menjadi "sangat berisiko".