Muhammad Abdullah Azzam
20 Februari 2021•Update: 21 Februari 2021
Sarp Ozer
IZMIR
Para teroris PKK terpojok dan yang disebut administratornya panik menyusul serangan anti-teror terbaru Turki di Irak utara, menurut Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada Jumat.
“ınformasi intelijen yang kami dapatkan dalam operasi [Cakar-Elang 2] ada kepanikan yang serius dan keprihatinan yang mendalam di antara pengurus kelompok teror PKK, dan kemampuan gerakan kelompok tersebut sebagian besar terbatas,” kata Akar di provinsi Izmir.
Operasi itu dilakukan dengan menghormati integritas wilayah Irak dan berkoordinasi dengan negara-negara sekutu, kata Akar.
Dia mengatakan tentara Turki memberikan pukulan berat kepada para teroris dengan memasuki tempat berlindung mereka yang aman di wilayah tersebut.
“Pengurus kelompok teror itu paham betul bahwa mereka tidak punya tempat untuk melarikan diri. Gua mereka di tempat ini runtuh di atas kepala mereka,” tutur dia.
Menekankan bahwa teroris tidak akan dapat merasa aman di mana pun mulai saat ini, Akar menambahkan bahwa operasi tersebut dilakukan dengan hati-hati agar tidak merugikan warga sipil dan harta benda mereka.
Pasukan Turki melancarkan operasi pada 10 Februari untuk mencegah PKK dan kelompok teror lainnya membangun kembali posisi yang digunakan untuk melakukan serangan teror lintas batas di Turki.
Operasi Cakar-Harimau dan Cakar-Elang yang dimulai Juni lalu untuk memastikan keamanan rakyat dan perbatasan Turki.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan UE - bertanggung jawab atas kematian setidaknya 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.