Muhammad Abdullah Azzam
18 Agustus 2020•Update: 18 Agustus 2020
Sarp Özer
TRIPOLI
Turki pada Senin menegaskan kembali dukungannya untuk pemerintah sah Libya.
“Kami percaya bahwa kami akan mencapai hasil yang kami inginkan dengan mendukung saudara-saudara Libya kami dengan tujuan yang adil,” kata Hulusi Akar, selama kunjungannya di ibu kota Tripoli.
Dalam kunjungan itu Menteri Pertahanan Turki Akar mengatakan bahwa Libya adalah milik rakyat Libya.
Didampingi oleh Kepala Staf Militer Turki Jenderal Yasar Guler, Akar mengunjungi Libya untuk meninjau kegiatan pelatihan dan pendampingan militer berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani antara kedua negara tentang kerja sama keamanan dan militer.
Keduanya bertemu dengan personel pelatihan Turki saat makan siang, mengikuti inspeksi di Komando Penasihat Bantuan Pelatihan dan Kerja Sama Keamanan.
Menteri Pertahanan Qatar Khalid bin Mohammad Al Attiyah juga berpartisipasi dalam acara makan siang itu.
Akar mengatakan Qatar juga mendukung upaya untuk memastikan persatuan dan perdamaian Libya, dan gencatan senjata permanen di negara yang lelah perang itu.
Pada 27 November 2019, Ankara dan Tripoli menandatangani dua pakta; satu tentang kerja sama militer dan yang lainnya tentang perbatasan laut negara-negara di Mediterania Timur.
Berdasarkan kesepakatan itu, Turki telah mengirim penasihat untuk membantu tentara Libya mengalahkan milisi Khalifa Haftar.
Pemerintah Libya, yang dibentuk pada 2015, setelah penggulingan Muammar Gaddafi pada 2011, menghadapi sejumlah tantangan, termasuk serangan oleh Haftar.
Turki mendukung pemerintah yang berbasis di ibu kota Tripoli dan resolusi non-militer atas krisis tersebut.