Muhammad Abdullah Azzam
19 September 2020•Update: 21 September 2020
Hanife Sevinç, Kaan Bozdoğan
ISTANBUL
Presiden Turki pada Jumat mengatakan Ankara siap untuk melakukan pembicaraan dengan tetangganya Yunani mengenai ketegangan baru-baru ini di Mediterania Timur.
"Mari beri kesempatan pada diplomasi, kemukakan pendekatan positif dalam diplomasi, biarkan Yunani menemui pendekatan kami ke arah yang positif dan kami mengambil langkah yang sesuai," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan kepada wartawan usai Salat Jumat di Istanbul.
"Kami juga mengatakan kepada mereka: Kami selalu siap untuk bertemu jika ada niat baik, kami dapat bertemu di negara ketiga atau melalui konferensi video, tetapi kami dapat melakukannya."
Presiden Erdogan mengatakan bahwa negaranya tidak memiliki "masalah" untuk bertemu dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, tetapi yang penting adalah "apa yang harus didiskusikan dan pertemuan itu atas dasar apa."
Kapal eksplorasi energi Turki Oruc Reis akan kembali ke misi di Mediterania Timur setelah urusan perawatannya selesai, kata Erdogan.
"Jika kami mengembalikan Oruc Reis ke pelabuhan untuk perawatan, itu hal yang penting. Mengapa kami melakukannya? Ini adalah pendekatan yang positif," ujar Erdogan.
Mengembalikan Oruc Reis ke pelabuhan bukan berarti Turki menghentikan kegiatan survei seismiknya, kata Presiden Turki itu.
Akhir pekan lalu, Turki menarik Oruc Reis, sebuah kapal penelitian yang mengeksplorasi energi di Mediterania Timur, ke pelabuhan di Antalya untuk urusan logistik dan perawatan.
Ketegangan baru-baru ini meningkat selama eksplorasi energi di Mediterania Timur.
Yunani, Siprus Selatan, dan anggota UE lainnya mencoba menghentikan kegiatan eksplorasi energi Turki.
Menjawab pertanyaan apakah kesepakatan batas maritim dapat dilakukan antara Turki dengan Mesir, Erdogan mengatakan tidak ada hambatan untuk pembicaraan intelijen Turki-Mesir, tetapi juga mengatakan kesepakatan Kairo dengan Athena telah "mengecewakan" Turki.
Bulan lalu, Mesir mengumumkan bahwa mereka menandatangani perjanjian bilateral dengan Yunani tentang "pembatasan yurisdiksi maritim" antara kedua negara.
Kementerian Luar Negeri Turki mengecam kesepakatan itu, dengan menegaskan bahwa Yunani dan Mesir tidak memiliki perbatasan laut yang beririsan dan kesepakatan itu "batal demi hukum."
Aturan terkait pandemi diperketat
Hingga Kamis kemarin, 298.039 orang dinyatakan positif virus korona di seluruh Turki, dengan total kematian mencapai 7.315 jiwa.
Turki mengalami peningkatan infeksi Covid-19 setiap hari baru-baru ini.
"Kami perlu memperketat tindakan antisipasi terkait virus korona lagi," kata Erdogan.
Mengenai pengembangan vaksin, Erdogan mengatakan Turki mengharapkan "tanda-tanda positif" untuk kemungkinan vaksin Covid-19 di awal tahun depan.
Sejak pertama kali muncul di China Desember lalu, virus korona baru telah menyebar ke setidaknya 188 negara dan wilayah.