Turki

Erdogan: Turki bertekad kembangkan hubungan dengan seluruh dunia

Ankara secara aktif bekerja menemukan solusi yang berkelanjutan di setiap wilayah dunia yang menghadapi krisis, kata Presiden Erdogan

Muhammad Abdullah Azzam   | 07.04.2021
Erdogan: Turki bertekad kembangkan hubungan dengan seluruh dunia Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. ( Muhammed Selim Korkutata - Anadolu Agency )

Ankara

Emin Avundukluoglu

ANKARA

Turki bertekad untuk mengembangkan hubungan dengan negara-negara di seluruh dunia dengan menjunjung kesetaraan hak dan keadilan, kata presiden negara itu Recep Tayyip Erdogan pada Rabu.

“Kami bertekad untuk mengembangkan hubungan kami dengan semua negara atas dasar hak dan keadilan, terutama di wilayah yang memiliki hubungan dekat dengan kami, seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, Rusia, Iran, negara-negara Asia Tengah, dan Arab," kata Erdogan pada pertemuan fraksi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di ibu kota Ankara.

Erdogan menegaskan kembali bahwa selama dua dekade terakhir jumlah perwakilan luar negeri Turki di seluruh dunia meningkat secara signifikan, meningkat dari 163 pada 2002 menjadi 251 tahun ini.

"Kami bekerja secara aktif untuk menemukan solusi permanen di setiap wilayah krisis dari Suriah hingga Libya, dari Mediterania Timur hingga Laut Aegea, dari Siprus hingga Karabakh," ujar dia.

Erdogan menambahkan bahwa Turki terus melakukan segala upaya untuk tetangga Suriah guna mencapai iklim perdamaian, kepercayaan, dan stabilitas berdasarkan integritas teritorial dan persatuan nasional.

Suriah dilanda perang saudara sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak pengunjuk rasa pro-demokrasi.

Ratusan ribu orang tewas dan lebih dari 10 juta mengungsi, menurut perkiraan PBB.

Turki telah lama menjadi pemain utama dalam inisiatif perdamaian, termasuk proses Astana dan upaya gencatan senjata dengan Rusia.

Negara itu juga menampung lebih dari 3,6 juta pengungsi Suriah, lebih dari negara mana pun di dunia.

- Kanal Istanbul

Erdogan mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan sebagian besar persiapan mereka untuk proyek Kanal Istanbul, "yang merupakan proyek infrastruktur terbesar dan paling strategis di negara kami."

"Fakta bahwa 90 persen perdagangan dunia dilakukan melalui laut dan bahwa selat kami adalah salah satu rute perdagangan laut terpenting meningkatkan pentingnya proyek Kanal Istanbul," katanya.

Erdogan mencatat bahwa mereka akan segera menggelar tender proyek ini, "kami akan meletakkan peletakan batu pertama pada musim panas ini."

"Tak peduli Anda [pihak oposisi] menginginkannya atau tidak, kami tetap akan memulai [proyek] Canal Istanbul, kami akan membuatnya dan itu akan menjadi fasilitas negara kami," tambah dia.

Pembangunan Canal Istanbul, dengan kapasitas lintasan harian 185 kapal, sebelumnya dijadwalkan dimulai pada 2020 dan selesai pada 2025-2026.

Kanal sepanjang 45 kilometer yang direncanakan akan dibangun di sebelah barat pusat kota metropolitan Istanbul di sisi Eropanya.

Mega proyek, yang bertujuan untuk mencegah risiko yang ditimbulkan oleh kapal pengangkut bahan berbahaya melalui Selat Bosphorus, telah disetujui oleh Kementerian Lingkungan dan Urbanisasi negara tersebut.

- Pernyataan eks perwira militer

Presiden Turki mengkritik oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) terkait pernyataan kontroversial pada Minggu kemarin oleh beberapa pensiunan laksamana.

"Saya katakan dengan sangat jelas bahwa CHP sendiri berada di pusat pensiunan jenderal ini," tutur Presiden Turki.

Erdogan menuduh CHP mencoba membuat iklim kekacauan di negara "dengan menghancurkan harapan bangsa kita, terutama pemuda kita."

"Kami melihat mentalitas ganas ini, yang melihat kekuatannya dalam bencana negara dan bangsa, sama berbahayanya dengan teroris dan komplotan kudeta," sebut dia.

Pada Minggu, mantan eks perwira militer memposting pernyataan online yang mendesak terhadap apa pun tindakan yang dapat membuat Perjanjian Montreux 1936 menjadi bahan perdebatan.

Jaksa di Ankara kemudian memulai penyelidikan terhadap orang-orang di balik pernyataan itu.

Pernyataan kontroversial itu juga menuding pemerintahan Erdogan telah membuat Angkatan Bersenjata dan Angkatan Laut Turki melenceng dari jalur yang ditetapkan oleh Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Turki modern.

Para pensiunan perwira militer juga memperingatkan bahwa Turki dapat menghadapi "peristiwa… berbahaya, risiko, dan ancaman terhadap kedaulatannya."

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın