Handan Kazancı
02 September 2021•Update: 03 September 2021
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu berjanji untuk meningkatkan upaya reformasi peradilan negara
"Dalam periode baru ini, kami akan mempercepat upaya reformasi peradilan kami yang akan memperkuat organisasi peradilan kami dan bangsa kami," kata Erdogan dalam sebuah upacara di ibu kota Ankara.
Pemerintah telah menggulung lengan bajunya untuk menyiapkan paket peradilan baru, kata Erdogan pada acara pembukaan gedung layanan baru untuk Mahkamah Agung dan membuka awal tahun peradilan 2021-2022.
"Teman-teman kita akan membawa paket baru ini ke agenda parlemen sesegera mungkin," tambah presiden Turki.
"Strategi reformasi kami didasarkan pada cita-cita kami untuk tiap individu yang bebas, masyarakat yang kuat, dan Turki yang lebih demokratis," tutur dia.
Pada 2 Maret, Erdogan mengumumkan rencana soal hak asasi manusia, mengungkap 11 prinsip yang akan dilaksanakan dalam dua tahun.
Reformasi ini dirancang sebagai rencana "berbasis luas" untuk memperkuat perlindungan hak, kebebasan dan keamanan individu, independensi peradilan, privasi pribadi, transparansi, dan hak milik, serta melindungi kelompok rentan dan meningkatkan kesadaran administratif dan sosial terkait HAM.
Konstitusi baru
Mengenai kemungkinan pembentukan konstitusi baru untuk Turki, Erdogan mengatakan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) negara itu berencana untuk mengumumkan rancangannya pada bulan-bulan pertama tahun depan.
Pada upaya serupa oleh partai-partai oposisi, Presiden Erdogan mengatakan bahwa merundingkan rancangan ini dan membentuk teks bersama akan menjadi "kemenangan besar bagi Turki."
Awal tahun ini, Erdogan telah mengajak semua partai politik di Turki untuk berpartisipasi dalam penyusunan konstitusi baru.
Seruan Erdogan untuk konstitusi sipil baru telah didukung oleh Partai Gerakan Nasionalis (MHP), sekutu Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di bawah Aliansi Rakyat.
Konstitusi Turki saat ini dirancang setelah kudeta militer pada tahun 1980.