Hayati Nupus
12 Mei 2020•Update: 12 Mei 2020
JAKARTA
Malaysia menggeser jadwal sidang 1Malaysia Development Bhd (1MDB) menjadi 19 Mei agar mantan Perdana Menteri Najib Razak dapat menghadiri pertemuan Parlemen.
Sidang itu mulanya dijadwalkan akan digelar pada 13 Mei, namun pengacara Najib, Muhammad Shafee Abdullah, mengajukan penundaan.
“Kasus ini akan dilanjutkan untuk sidang pada 19 Mei pukul 2 siang,” ujar Wakil Jaksa Penuntut Umum Ahmad Akram Gharib, meluluskan pengajuan tim pengacara Najib, kutip the Star Malaysia.
Sejumlah pihak berharap sidang 1MDB yang melibatkan dana miliaran dolar itu menjadi sidang tingkat tinggi yang digelar terbuka, di tengah relaksasi pembatasan perintah kontrol gerakan (MCO).
Najib menghadapi empat tuduhan karena menyalahgunakan posisi untuk memperoleh gratifikasi dana 1MDB senilai USD4,5 miliar.
Selain itu, dia juga terseret 21 tuduhan pencucian uang di kasus yang sama.
Terakhir kali sidang 1MDB digelar pada 12 Maret lalu, beberapa hari sebelum fase pertama MCO diberlakukan.
Pemberlakuan MCO menutup aktivitas pengadilan secara nasional.