Hayati Nupus
16 Juli 2020•Update: 16 Juli 2020
JAKARTA
Filipina mengumumkan 2.498 kasus baru Covid-19 pada Kamis, sehingga total infeksi menjadi 61.266.
Departemen Kesehatan Filipina mengatakan 1.246 di antaranya adalah kasus baru sedang 1.252 lainnya adalah kasus terlambat, kutip the Philippine Star.
Selain itu, total kematian kini menjadi 1.643, setelah ada penambahan 29 pasien meninggal.
Sementara 467 orang kembali pulih dari Covid-19, sehingga total pasien selamat menjadi 21.440.
Dengan begitu, Filipina masih menangani 38.183 kasus aktif.
Mulai hari ini, Filipina memperpanjang masa karantina hingga dua pekan mendatang.
Juru bicara kepresidenan Harry Roque mengatakan di Metro Manila berlaku karantina masyarakat umum (GCQ) sedang di Kota Cebu dengan tingkat infeksi lebih tinggi berlaku karantina masyarakat yang dimodifikasi (MECQ).
Dengan aturan GCQ artinya kantor pemerintah dan sejumlah sektor industri diizinkan beroperasi dengan kapasitas 75 persen pekerja.
Sementara aturan MECQ memberlakukan kantor pemerintah dan industri beroperasi dengan kapasitas 75 persen pekerja.
Dengan MECQ, masyarakat hanya diizinkan keluar rumah untuk membeli kebutuhan pokok atau layanan kesehatan.
Sementara di daerah lain yang memiliki tingkat risiko lebih rendah berlaku karantina masyarakat umum yang dimodifikasi (MGCQ) atau adaptasi kenormalan baru.
Satuan Tugas Nasional (NTF) melawan Covid-19 mengatakan telah mengerahkan 300 pasukan khusus untuk menegakan aturan karantina yang ketat di Metro Manila.
Sejak awal Juni, pemerintah Filipina memberlakukan GCQ di Metro Manila agar sektor ekonomi dapat kembali bergerak, meski kasus Covid-19 terus bertambah setiap hari.
Di Filipina, ribuan kasus baru Covid-19 terdeteksi setiap hari, meski wilayah itu telah melewati hari ke-120 karantina.
Menteri Kesehatan Francisco Duque beralasan peningkatan jumlah kasus itu terjadi karena peningkatan kapasitas pengujian.