Şahin Demir
30 Juni 2026•Update: 30 Juni 2026
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Senin mengatakan bahwa Teheran akan tetap berkomitmen menjalankan Nota Kesepahaman 18 Juni dengan Amerika Serikat selama Washington juga memenuhi kewajibannya.
"Kesepahaman ini bersifat timbal balik. Jika pihak Amerika tetap berkomitmen terhadap nota kesepahaman tersebut, kami juga akan memenuhi komitmen kami," kata Pezeshkian melalui akun X.
Ia mengatakan pendekatan Iran terhadap apa yang disebutnya sebagai "retorika yang tidak masuk akal" dan berbagai ancaman didasarkan pada rasionalitas, penghormatan terhadap martabat manusia dalam pengambilan keputusan, serta "pembelaan yang tegas dan tanpa rasa takut ketika tindakan diperlukan."
Pernyataan Pezeshkian disampaikan di tengah berlanjutnya pembahasan mengenai implementasi nota kesepahaman yang ditandatangani di Islamabad pada 18 Juni, yang mengakhiri konflik militer selama beberapa pekan antara Teheran dan Washington serta menjadi kerangka kerja untuk meredakan ketegangan di berbagai kawasan.
Kesepakatan tersebut mencakup ketentuan mengenai keamanan maritim di Selat Hormuz, ekspor minyak Iran, dan pencairan aset Iran yang dibekukan. Sementara itu, perundingan mengenai isu-isu yang lebih luas baru dapat dimulai setelah pasal-pasal awal dalam nota kesepahaman tersebut dilaksanakan.
Para pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa nota kesepahaman itu didasarkan pada komitmen timbal balik serta memperingatkan bahwa kegagalan Amerika Serikat memenuhi kewajibannya dapat memengaruhi kelanjutan proses tersebut.