Muhammad Nazarudin Latief
30 Agustus 2019•Update: 30 Agustus 2019
JAKARTA
Presiden Partai Keadilan Rakyat Anwar Ibrahim menegaskan dirinya tidak pernah meminta kursi di kabinet pemerintahan Pakatan Harapan, namun masih menunggu waktu untuk mengambil alih jabatan perdana menteri dari Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.
Komentarnya datang sehari setelah Mahathir mengatakan bahwa saat ini tidak ada lowongan di Kabinet Malaysia saat menanggapi pertanyaan wartawan tentang Anwar.
Anwar berkata: “Saya tidak pernah menawarkan diri untuk menjadi anggota Kabinet.
"Saya terikat pada konsensus Pakatan Harapan (PH) bahwa saya harus diberi ruang penuh untuk memimpin Kabinet saat ini dan pemahamannya adalah bahwa saya akan mendapatkannya pada saat yang tepat."
Pembicaraan perombakan kabinet sering muncul sejak Mahathir memimpin Pakatan Harapan yang memenangkan pemilihan umum tahun lalu.
Serelah Mahathir diangkat sebagai perdana menteri, disepakati bahwa Anwar akan mengambil alih jabatan perdana menteri, meskipun batas waktu transisi ini telah menjadi masalah pertikaian.
Pada Kamis, Mahathir ditanya apakah akan mendudukkan Anwar di kabinetnya.
Dia menjawab dengan mengatakan bahwa saat ini tidak ada lowongan karena tidak ada menteri yang mengindikasikan niat mereka untuk mengundurkan diri.
“Kami tidak menambahkan, membuat perubahan apa pun, atau menambah jumlah anggota kabinet. Tidak ada diskusi tentang perubahan portofolio Kabinet juga, ”katanya.
Anwar mengatakan pada Jumat bahwa dia hanya akan memangku jabatan perdana menteri pada saat yang tepat.
“Tidak ada masalah sama sekali apakah saya ingin menjadi anggota Kabinet. Saya membuatnya sangat jelas, ” ujar dia.