Nicky Aulia Widadio
26 Juli 2021•Update: 27 Juli 2021
JAKARTA
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan okupansi hotel dan omset restoran di Indonesia terkena dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku sejak 3 Juli 2021.
Menurut Sandiaga, data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menunjukkan bahwa okupansi hotel di daerah yang menerapkan PPKM Darurat menurun menjadi belasan persen bahkan di bawah 10 persen.
Sementara itu, omset retoran anjlok 70-90 persen selama PPKM Darurat.
“Saya kemarin bergerak dengan penuh keprihatinan ke Garut, teman-teman PHRI Garut, pelaku wisata dan ekonomi kreatif banyak mengibarkan bendera putih dengan emotikon menangis,” kata Sandiaga melalui konferensi pers virutal, Senin.
Dia melanjutkan, pemerintah akan menggandeng PHRI untuk menyediakan hotel sebagai tempat istirahat tenaga kesehatan juga menjadi sentra vaksinasi.
“Kita harap ini bisa membantu tingkat keterisian hotel yang saya harapkan bisa meningkat di atas 40-50 persen,” tutur Sandiaga.
Dia juga menuturkan telah membentuk tim untuk mempercepat penyaluran dana bantuan sebesar Rp2,4 triliun untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi.
Indonesia telah menerapkan PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021 sebagai respons atas melonjaknya infeksi Covid-19 yang dipicu penyebaran varian Delta.
Pemerintah kemudian memperpanjang pembatasan aktivitas dengan menerapkan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021, yang lebih longgar dari sebelumnya dengan mengizinkan pasar tradisional dan usaha kecil beroperasi secara terbatas.