Erric Permana
24 Juni 2020•Update: 25 Juni 2020
JAKARTA
Indonesia meminta anggota ASEAN solid menolak adanya klaim 9 garis putus-putus di Laut China Selatan.
Ini merupakan salah satu dari tiga hal yang disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat melakukan pertemuan antarmenteri luar negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting) pada Rabu yang juga merupakan rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 26 Juni mendatang.
Menteri Retno mengatakan penting bagi ASEAN menunjukkan soliditas mengenai penghormatan prinsip hukum internasional termasuk UNCLOS 1982.
'Termasuk juga mekanisme yang diatur dalam Permanent Court of Arbitration," kata Retno Marsudi pada Rabu.
Hal kedua, kata dia terkait penyelesaian klaim antara negara-negara yang menuntut klaim atau 'claimant' di Laut China Selatan.
Indonesia mendorong agar negosiasi mengenai 'Code of Conduct' (COC) yang sempat terhenti karena pandemi harus dimulai kembali.
Dia yakin COC akan menciptakan kondisi kondusif di sana.
"Saya tegaskan Indonesia bukan negara 'claimant'," kata Retno.
Hal ketiga, mengenai rivalitas antara kekuatan besar di Laut China Selatan.
Indonesia meminta agar ASEAN mengirimkan pesan ke semua pihak agar berkontribusi bagi stabilitas dan perdamaian di perairan itu.
"Kolaborasi dan kerja sama harus selalu dikedepankan bukan rivalitas," pungkas Retno.