Nicky Aulia Widadio
24 September 2020•Update: 25 September 2020
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah bersiaga terhadap potensi bencana alam banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Indonesia pada akhir September ini.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan juga meminta agar pemerintah daerah terus memantau peringatan dini cuaca dan mengambil langkah mitigasi untuk mengurangi dampak serta risiko.
“Sebar luaskan informasi peringatan dini bahaya banjir, banjir bandang dan tanah longsor kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah yang berisiko tinggi,” kata Lilik melalui siaran pers, Kamis.
Terkait penanganan bencana di masa pandemi, Lilik mengatakan tempat evakuasi bagi masyarakat yang sehat dengan yang positif Covid-19 akan dipisahkan.
Saat ini, banjir dan longsor telah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia dalam empat hari terakhir.
BNPB melaporkan banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada Rabu sore akibat Sungai Paiman meluap.
Ada lima kecamatan terdampak yakni Koto XI Tarusan, Bayang Utara, Bayang, IV Jurai dan Batang Kapas.
Banjir dan tanah longsor juga terjadi di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya pada Rabu sore.
“Beberapa rumah warga terendam dengan ketinggian muka air 30 hingga 50 sentimeter. Dampak lain yaitu longsoran yang menutup akses jalan nasional di Desa Gunung Samarinda,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.
Banjir juga melanda Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat pada Selasa. Sedangkan pada Senin lalu, banjir bandang terjadi di Kabupaten Sukabumi dan menyebabkan dua orang tewas, puluhan lainnya terluka.
Sejumlah wilayah di Jakarta juga sempat terendam banjir pada Selasa setelah hujan deras mengguyur ibu kota dan sekitarnya pada Senin malam.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es perlu diwaspadai pada masa pancaroba ini.
BMKG memprediksi ada sekitar 27 provinsi yang akan mengalami hujan dengan intensitas lebat pada 25-28 September 2020.
Provinsi tersebut antara lain Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tomur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Papua.