Aliran minyak melalui Selat Hormuz anjlok 77 persen
Menurut data Administrasi Informasi Energi AS (EIA), volume minyak mentah dan produk cair minyak bumi lainnya yang melintasi Selat Hormuz turun dari rata-rata 21,6 juta barel per hari pada kuartal terakhir 2025 menjadi 4,9 juta barel per hari pada kuartal kedua tahun ini.
Dalam periode tersebut, aliran minyak melalui Selat Hormuz turun sekitar 77 persen. Sementara itu, jalur pipa Timur-Barat Arab Saudi, yang mengalirkan minyak menuju Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah, semakin penting sebagai rute ekspor alternatif.
Penutupan jalur pipa tersebut sebagai langkah pencegahan setelah serangan pada 10 September semakin meningkatkan tekanan terhadap rute-rute yang dapat digunakan Arab Saudi untuk menyalurkan minyaknya ke pasar internasional.