Meltem Bulur
12 Januari 2018•Update: 13 Januari 2018
Kementerian Luar Negeri Turki pada Jumat mengeluarkan peringataan pada warganya yang ingin bepergian ke Amerika Serikat menyusul meningkatnya tindakan teror dan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga Turki.
Menurut pernyataan kementerian, serangan teror dan tindak kekerasan di AS terpantau semakin meningkat.
Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa pusat kota dan kegiatan-kegiatan kebudayaan serta stasiun kereta, gedung publik, tempat ibadah, bahkan sekolah dapat berlanjut menjadi target serangan bersenjata dan bom serta serangan dalam bentuk penabrakan kendaraan ke keramaian.
Kementerian juga menyebutkan serangan di kampus Universitas Ohio, Bandara Fort Lauderdale-Hollywood, Masjid Dar Al-Farooq di Minnesota, dan sebuah gereja di Texas serta serangan penabrakan kendaraan ke keramaian di New York dan Charlotsville, dan yang terakhir serangan bom kereta bawah tanah New York baru-baru ini dalam merupakan contoh terorisme di AS atau aksi ekstrim kanan dan rasisme.
Selain itu, kementerian juga menyatakan bahwa warga Turki, termasuk staf negara yang bepergian ke AS untuk tugas resmi, menjadi korban "penangkapan sewenang-wenang" yang hanya berdasarkan keterangan sumber tidak terpercaya.
“Dalam keadaan ini, sangat bermanfaat bagi warga yang akan bepergian ke AS untuk meninjau ulang rencana perjalanan mereka dan berhati-hati jika bepergian,” tulis pernyataan tersebut.
Departemen Luar Negeri AS dalam perbaruan travel warning yang mereka rilis beberapa waktu lalu menempatkan Turki, Sudan, Rusia, Pakistan, Guatemala, dan Venezuela sebagai negara berisiko kategori ketiga dalam hal keamanan.