Zuhal Demirci dan Sarp Ozer
ANKARA
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan bahwa tujuan paling penting Turki di Idlib Suriah adalah untuk menghentikan serangan darat dan udara serta membangun gencatan senjata dan stabilitas, pada Senin.
Menjawab pertanyaan dari wartawan di ibu kota Ankara saat resepsi Hari Kebangsaan Afghanistan, Akar mengatakan bahwa Turki "menginginkan gencatan senjata mutlak dipertahankan" yang direncanakan dalam lingkup proses perdamaian Astana dan diperantarai oleh Turki, Rusia dan Iran.
"Jika gencatan senjata tidak dipertahankan, maka warga sipil, anak-anak dan orang tua akan menjadi yang paling menderita jika terjadi serangan," kata Akar.
"Tujuan kami yang paling penting adalah mempertahankan gencatan senjata dan stabilitas di kawasan itu," katanya.
Setidaknya 17 orang terluka karena serangan udara yang dilakukan oleh rezim Assad dan pesawat tempur Rusia di provinsi Idlib dan Hama, Suriah utara pada Senin.
Sejak awal bulan, setidaknya 29 warga sipil tewas dan puluhan orang terluka dalam serangan udara dan serangan oleh pasukan rezim serta pesawat tempur Rusia di Idlib dan Hama, menurut White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil lokal.
Rezim Suriah baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer besar di Idlib, yang telah lama dikendalikan oleh berbagai kelompok oposisi bersenjata.
PBB memperingatkan pekan lalu bahwa serangan semacam itu akan mengarah pada "bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21".
Terletak di dekat perbatasan Turki, Idlib adalah rumah bagi lebih dari 3 juta warga Suriah, banyak di antaranya melarikan diri dari kota-kota lain setelah serangan oleh pasukan rezim.
Pada Jumat, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan gencatan senjata di Idlib selama pertemuan tripartial di Teheran dengan Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Komentar Hulusi Akar tentang tentara Turki yang kembali
Ketika diminta untuk mengomentari Yunani yang mengembalikan dua tentara Turki pada Minggu, setelah mereka secara tidak sengaja melintasi sisi perbatasan Yunani, Akar mengatakan "sikap positif dan konstruktif kedua negara memberi contoh yang baik tentang hubungan bertetangga."
"Ada upaya yang sedang dilakukan untuk mencegah perlintasan ilegal antara dua negara. Selama upaya itu dilakukan, sebuah insiden terjadi. Setelah percakapan telepon dengan Menteri Pertahanan Yunani Panos Kammenos, dua tentara kami dikembalikan," kata Akar, berterima kasih kepada siapa saja yang berkontribusi.
Yunani mengizinkan dua tentara Turki untuk kembali, setelah mereka ditahan ketika melintasi sisi perbatasan Yunani, kata Kepala Staf Umum dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan itu mengatakan bahwa para tentara sedang mengejar imigran gelap ketika mereka secara tidak sengaja melintasi perbatasan.
Para prajurit itu ditahan oleh unit patroli Yunani pada pukul 11 pagi (15.00 WIB), kata pernyataan itu.
Dia menambahkan bahwa tentara dikembalikan ke Turki sekitar pukul 18.30 (22.30 WIB) setelah pihak Turki mengadakan pembicaraan dengan pihak berwenang Yunani.
news_share_descriptionsubscription_contact
