13 Agustus 2017•Update: 14 Agustus 2017
Gokmen Yuce dan Baris Gundogan
TURKI
Turki tengah berduka atas tewasnya seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun di utara Turki pada Jumat malam.
Eren Bulbul tewas tertembak saat ia membantu pasukan gendarmerie menelusuri jejak teroris PKK di Macka, kota yang terletak 22 kilometer dari selatan Laut Hitam, Trabzon, Jumat. Sersan Kepala Gendarmerie Ferhat Gedik, 41, juga tewas tertembak dalam insiden tersebut.
Shalat jenazah di Masjid Agung Macka dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu, dan jenazah Eren akan dimakamkan di lingkungan Kopruyani.
Wakil Perdana Menteri Fikri Isik juga telah mengunjungi rumah sakit tempat Eren dirawat untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Eren.
Kemal Kilicdaroglu, pimpinan partai oposisi Partai Rakyat Republikan (CHP) mengutuk keras serangan tersebut.
“Menembakkan peluru ke anak-anak adalah perbuatan yang hina. Semoga Allah selalu menyertai Eren Bulbul dan Ferhat Gedik yang tewas dalam serangan.”
Dalam pernyataan yang dirilis CHP, Minggu, Kilicdaroglu juga telah menyampaikan bela sungkawa kepada saudara laki-laki Eren, Olcay, Sabtu.
Untuk mengenang Eren, warga setempat memasang bendera Turki di jendela-jendela rumah mereka, dan poster Eren yang bertuliskan “Eren Bulbul, Macka tidak akan melupakanmu. Beristirahatlah dengan tenang, martir kami.” juga digantung di luar balai kota.
Ribuan rakyat Turki juga menyampaikan rasa bela sungkawa mereka di Twitter dengan menuliskan pesan ber-hashtag #iyikivarsınEren, yang artinya “kami bangga memilikimu”.
Sejumlah LSM, seniman, pebisnis, dan klub olahraga di Turki mengutuk keras serangan teroris yang menewaskan seorang remaja berusia 15 tahun tersebut.
Menurut pernyataan Federasi Sepak Bola Turki yang dirilis Sabtu, tim sepak bola Super Lig juga akan memasang spanduk untuk mengenang Eren dan akan memberi penghormatan dengan mengheningkan cipta selama 1 menit selama minggu pertama liga, pada hari Sabtu, Minggu, dan Senin
PKK – terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa – melanjutkan operasi bersenjata melawan Turki pada Juli 2015. Hingga saat ini, PKK bertanggung jawab atas tewasnya 1.200 anggota pasukan keamanan dan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.