Fatih Hafiz Mehmet
22 Februari 2018•Update: 23 Februari 2018
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Deputi Perdana Menteri Turki pada Kamis mengatakan bahwa tidak ada warga sipil yang tewas maupun terluka dalam operasi melawan terorisme yang diluncurkan Turki di Suriah.
“Sejauh ini, tidak ada warga sipil yang tewas maupun terluka dalam operasi-operasi Angkatan Bersenjata Turki," kata Bekir Bozdag di kantor pusat Anadolu Agency, Ankara.
Bozdag mengatakan bahwa perjuangan Turki melawan teroris PYD/PKK di Afrin, barat laut Suriah, merupakan dukungan yang sangat besar terhadap integritas dan kedaulatan Suriah.
Siapa pun yang mendukung atau melindungi kelompok teror PYD/PKK, termasuk Amerika Serikat (AS), akan berhadapan dengan Turki, kata Bozdag.
AS menyebut PYD/PKK sebagai "sekutu yang andal" dalam perjuangan melawan Daesh, Mengabaikan tentangan keras dari Turki, yang telah mendokumentasikan bahwa kelompok tersebut merupakan cabang dari teroris PKK.
PKK yang diakui sebagai teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa telah menewaskan 40 ribu jiwa dalam kampanye terornya melawan Turki selama lebih dari 30 tahun.
Menanggapi kabar bahwa pasukan rezim Suriah atau pasukan yang didukung rezim berupaya untuk melakukan intervensi, Bozdag mengatakan, jika rezim Bashar Al-Assad memasuki Afrin “dalam busana” YPG/PYD/PKK, mereka akan menjadi sasaran, begitu juga dengan milisi.
Pada 20 Januari lalu, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.